Review Dorama Jepang 'Crisis', Ketika Dunia Tak Selalu Adil Namun Kamu Harus Terus Melangkah

02.01 Dianissafitrah Hidayati 2 Comments

Crisis (2017)

Crisis menceritakan tentang unit rahasia Badan Kepolisian Jepang yang disebut Tim Investigasi Khusus. Saking rahasianya, kantor mereka berada di gedung yang terpisah dengan Badan Kepolisian Nasional Jepang. Tim ini bertugas menyelesaikan misi tingkat tinggi yang berkaitan dengan para petinggi negara, teror, atau masalah keamanan nasional yang butuh penanganan cepat tanpa menimbulkan kerusuhan. Anggota tim ini terdiri dari Mitsunari Yoshinaga (Tetsushi Tanaka) sebagai pemimpin tim; Rei Oyama (Yuko Araki) yang merupakan seorang hackerYusuke Kashii (Toru Nomaguchi), seorang ahli bom dan sinestesia; Saburo Tamaru (Hidetoshi Nishijima) yang sebelumnya berada di Divisi Urusan Luar Negeri dan sering ditugaskan dalam misi khusus; serta Akira Inami (Shun Oguri) yang merupakan mantan anggota Pasukan Pertahanan. Tim Investigasi Khusus ini bertanggung jawab langsung kepada Direktur Badan Kepolisian Nasional. 

Di episode pertama, penonton langsung dihadapkan pada kasus teror bom terhadap Menteri Pendidikan Jepang, yang tentu saja berhasil dicegah oleh Tim Investigasi Khusus ini. Disitulah saya menduga kalau dorama ini bakalan keren berkat kemampuan individu masing-masing anggota tim dan candaan nggak jelas mereka setelah si pelaku berhasil diringkus.

Semakin lama ditonton sih saya makin paham kalau drama ini sebenarnya gloomy juga - sama seperti sebagian besar dorama genre detektif Jepang yang lainnya. Tapi dalam dorama ini, kamu nggak benar-benar bisa menyalahkan si tokoh penjahat. Malah mungkin kamu bakal merasa kasihan dengan keadaan yang membuat mereka jadi seperti itu. Di sisi lain, para politikus yang jelas-jelas melakukan kejahatan tuh sama sekali nggak dijeblosin ke penjara karena mereka punya kekuasaan. Jadi di bagian akhir setiap kasus, kemungkinan besar hanya ada dua jenis ekspresi yang kamu tunjukan : (1) Kecewa, karena para politikus ini nggak pernah dapat balasan yang setimpal atas perbuatannya walaupun mereka akar dari semua masalah; (2) Simpati, karena tokoh penjahatnya punya kisah hidup yang bikin nyesek.

Satu hal yang membuat saya seneng sama dorama ini adalah kerjasama dan solidaritasnya para anggota Tim Investigasi Khusus. Tanpa harus berkata-kata pun, mereka mengerti perasaan masing-masing dan bisa saling mendukung. Terus, yang lucunya adalah, semua anggota kayaknya pada nggak punya temen selain anggota timnya deh. Masa ya, di hari mereka seharunya libur, malah datang ke kantor. Si pemimpin tim nggak bisa main sama anaknya karena udah dibawa pulang istrinya yang pisah rumah. Si ahli bom sibuk gambar di meja kerjanya. Si hacker malah sibuk main game di komputer. Dan ketika mereka bertiga para aloners ini ketemu di kantor, akhirnya jadi pergi makan bareng. Yah, pada akhirnya saya sebagai penonton merasa bersyukur karena mereka nggak merasa kesepian di hari libur. Wkwkwkwk

Finally, setelah dengan semangatnya menghabiskan 10 episode, saya malah kecewa sama ending-nya! Why oh why ending-nya harus nggak jelas begitu?! -__- Dibilang sad ending juga nggak, happy ending juga belum tentu. Yang jelas, sampai episode terakhir, nggak ada pencapaian apapun yang bikin penonton merasa lega. Setelah semua misi yang nggak adil itu, kenapa nggak dibikin happy ending! Kenapppaaaaaaa?????!!!!

Overall, saya kasih nilai 8/10 aja deh. Soalnya saya udah bete sama ending-nya. Titik. :D


***

2 komentar:

  1. Hampir aja aku pikir bakal ada spoiler haha... sepertinya drama ini bagus. Moga aja ada di drakor.id.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar penasaran. hehehe
      Kalau nggak ada, coba cari di sobatdrama. Tapi aku nontonya di kissasian sih mba karena dorama kayaknya nggak banyak web yg menyediakan :')

      Hapus