Review Drama Korea 'Ghost', Apa Itu Cyber Crime?

01.57 Dianissafitrah Hidayati 0 Comments

Drama Korea Ghost (2012)
Jangan salah sangka ketika membaca judul drama ini karena Ghost bukan menceritakan dunia perhantuan. Ghost atau dikenal juga dengan judul Phantom merupakan drama yang berkisah tentang Divisi Investigasi Kejahatan Dunia Maya di Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan. Judul drama ‘phantom’ diambil dari username tokoh antagonis utama dalam drama ini. Kemarin-kemarin kan dunia sempat heboh tuh sama ransomware WannaCry, trus baru-baru ini ada lagi yang namanya Petya. Jadi saya kepikiran buat nge-share tentang drama ini supaya kita lebih aware sama cyber crime. :)
Cerita dimulai dengan meninggalnya aktris terkenal Shin Hyo Jung yang awalnya diduga bunuh diri dengan melompat dari apartemennya. Sebelum meninggal, Ia memposting keinginannya untuk mati di akun twitternya. Tim 1 Divisi Investigasi Kejahatan Dunia Maya yang ikut dalam penyelidikan kemudian mengetahui bahwa pesan di twitter tersebut bukan diposting oleh Shin Hyo Jung sendiri, karena itulah polisi mencurigai bahwa Shin Hyo Jung bukan bunuh diri, melainkan dibunuh. Di sisi lain, seorang hacker jenius berinisial Hades meretas sebuah jumbotron dan memutarkan video ketika Shin Hyo Jung didorong oleh pelaku dari lantai apartemennya. Video tersebut ditonton oleh banyak orang di sekitar jumbotron dan seketika menjadi viral di internet. Publik bertanya-tanya siapakah pelaku pembunuhan artis terkenal itu. Tapiiii…. Jangan khawatir bakal penasaran lama-lama karena di episode 5 udah ketahuan siapa pelakunya. Dia adalah Direktur Bursa Saham Sekang Group, Jo Hyun Min (Uhm Ki Joon)! Maaf ya spoiler. Wkwkwk… Saya perlu menyebutkan si pemeran antagonis ini karena plot drama berpusat di dia, Hades dan Tim 1 Divisi Investigasi Kejahatan Dunia Maya
Kim Woo Hyun (So Ji Sub) adalah Ketua Tim 1 Divisi Investigasi Kejahatan Dunia Maya. Sejak episode 1, dia udah tau kalau Jo Hyun Min itu pelakunya. Jo Hyun Min kemudian berusaha membunuh Kim Woo Hyun dan Hades dengan meledakkan pabrik kimia tempat dua orang ini bertemu. Pada insiden itu, Kim Woo Hyun meninggal dan Hades terluka parah. Hades ini nama aslinya adalah Park Gi Young (Choi Daniel) dan ternyata dia merupakan teman sekamar Kim Woo Hyun waktu belajar di Akademi Kepolisian. Tapi Park Gi Young mengundurkan diri karena merasa kecewa dengan polisi. Alasan kekecewaannya ini berhubungan dengan bapaknya Kim Woo Hyun dan nantinya juga berhubungan dengan Jo Hyun Min. Pokoknya setiap peristiwa dalam drama ini saling terkait, jadi kalau yang suka nonton lompat-lompat episode gitu, dijamin nggak bakal ngerti sama ceritanya.
Hades alias Park Gi Young nantinya akan menyamar menjadi Kim Woo Hyun demi mengungkap kejahatannya Jo Hyun Min ini. Sekilas tentang Hades ya. Dia itu seorang hacker jenius yang paling top di Korea Selatan. Dia pernah meretas Badan Kepolisian Nasional, Dewan Nasional, dan bahkan Blue House (Kantor Kepresidenan Korea Selatan) lalu membongkar informasi nasional yang didapatkannya ke internet atas nama sharing informasi. Kalau dipikir-pikir sih dia itu mirip sama Julian Assange yang suka membagikan informasi rahasia negara lewat situsnya, WikiLeaks.
Kasus utama dalam drama ini sebenarnya adalah program hacking terselubung dalam antivirus yang dikembangkan perusahaan Safe-Tech. Melalui program tersebut, mereka mengumpulkan informasi pribadi yang ada dalam setiap komputer, email, dan aktivitas-aktivitas lainnya yang melibatkan komputer dan internet dari orang yang pake antivirus ini. Jadi secara tidak langsung, kita itu dimonitor setiap saat. Nah, masalahnya yang pakai antivirus Safe-Tech ini nggak hanya orang biasa, tapi lembaga-lembaga tinggi negara, perusahaan-perusahaan besar, hingga stasiun penyiaran publik. Tentunya semua informasi rahasia yang mereka miliki ada di tangannya Jo Hyun Min dong sebagai orang yang menguasai Safe-Tech. Informasi rahasia itu digunakan oleh Jo Hyun Min untuk mengendalikan tokoh-tokoh penting terutama di bidang hukum, ekonomi, dan bisnis. Jadi ‘membeli’ seseorang tuh udah nggak pake uang, tapi pake informasi.

"Komputer itu tidak ada bedanya dengan manusia. Menyelidiki komputer sama dengan memasuki otak pemiliknya. Rahasia yang ingin disembunyikan dari pengetahuan orang-orang. Penggelapan pajak, dana ilegal, properti ilegal, dana politik ilegal, pemalsuan saham. Hanya butuh beberapa ketikan di keyboard, semuanya akan terbongkar." (Jo Hyun Min)

Ada satu kasus dalam drama ini yang bikin kita aware kalau cyber crime itu emang bahaya banget. Jadi ceritanya nih, ada komplotan hacker-hacker terbaik yang disebut Dae Yeong. Mereka menyerang sistem otomatisasi tenaga listrik di salah satu perusahaan listrik nasional dengan menggunakan virus Stuxnet. Virus ini dapat menyebabkan daya listrik yang dialirkan jadi tidak terkendali sehingga reaktor nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir terancam meledak. Ngeri kan? Zaman sekarang yang udah serba digital, perang tuh nggak perlu pake pedang, cukup duduk depan komputer dan beberapa ketikan di keyboard, negara bisa hancur. Hmmmm… Saya pernah nonton film dokumenter yang membahas tentang virus Stuxnet ini, judulnya Zero Days yang dirilis tahun 2016. Dalam film tersebut ditampilkan wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui tentang virus Stuxnet, diantaranya adalah Mantan Direktur NSA, Pejabat tinggi senior Kaspersky Lab, wartawan dan politikus senior, serta Direktur Eksekutif hubungan AS-Israel. Mereka mencurigai bahwa virus Stuxnet dikembangkan oleh pemerintah Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran pada tahun 2010.

Dalam drama Ghost ini, banyak dijelaskan tentang istilah-istilah IT. Berhubung saya bukan anak IT ya, jadi ada saatnya saya harus ekstra fokus dengerin penjelasannya kalau mau ngerti mereka ini lagi ngomongin apa. Route Authority, DDoS, Adress Resolution Protocol (ARP), dan bla bla bla *mikir keras* Wkwkwk.. Tapi worth it lah buat ditonton. Ceritanya juga nggak yang seriusan mulu, kadang ada humornya. Walaupun nggak ada romance-nya, tapi ada lah flirting-flirting dikit sebagai pemanis. :D Setahu saya sih, drama korea yang bahas cyber crime tuh masih satu dua aja, apalagi yang alurnya apik kayak gini. Jadi drama ini recommended banget! Apalagi buat anak-anak IT, yuk merapat :D

Dari beberapa review lain yang pernah saya baca, drama ini katanya kayak Bloody Monday-nya Korea. Tapi saya sih nggak setuju sama pendapat itu. Dorama Jepang Bloody Monday itu menurut saya kurang detail ngejelasin tentang IT-nya. Tiba-tiba udah kayak gini kayak gitu, yang ngerti gimana bisa kayak gini kayak gitu tuh mungkin cuma produser sama screenwriter-nya aja kali yang tau. :D Trus pas nonton tuh suasananya gloomy-gloomy gimanaaaa gitu. Meskipun saya suka drama yang bikin mikir, tapi saya sukanya drama bikin mikir yang menghibur, jadi syaraf-syaraf otak saya nggak tegang mulu bawaannya. Hehehe…


***

0 komentar: