7 Hal Ini Pasti Akan Kamu Alami Kalau Kuliah di Jurusan Kesehatan Masyarakat UNDIP

14.47 Dianissafitrah Hidayati 2 Comments

Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip Tembalang

Tes masuk perguruan tinggi telah usai. Kamu yang sejak awal menjadikan jurusan kesehatan masyarakat sebagai pilihan utama pastinya senang dong bisa lulus. Jadi kamu mulai kepo tentang apa saja yang dipelajari di jurusan ini, bagaimana suasana belajarnya, apakah kamu bisa menjalani perkuliahannya dengan baik nantinya, dan sebagainya. Tapi bagi kamu yang memilih jurusan kesehatan masyarakat sebagai cadangan saja dan akhirnya nggak tahu apa-apa tentang jurusan ini, here's the answer! Disini saya akan berbagai informasi dan pengalaman selama berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, salah satu FKM terbaik di Indonesia bersama dengan FKM UI, FKM Unair, dan FKM Unhas.


1. Awal masuk kuliah pasti belum mulai belajar? BIG NO!

Belajar di Hari Pertama Kuliah via pixabay.com

Kuliah itu beda sama SMA yang kalau awal tahun ajaran baru guru-gurunya belum mulai masuk kelas. Mungkin di semester 1 masih kayak gitu karena hari pertama biasanya dipakai untuk pemilihan komting dan kormat. Tapi di semester-semester berikutnya, pemilihan komting kormat bisa menyusul. Dosen yang rajin biasanya sudah memulai pelajaran sejak hari pertama kuliah!

Setiap awal semester, dosen akan menyampaikan kontrak kuliah sebelum memulai materi. Kontrak kuliah berisi daftar materi yang akan dipelajari selama satu semester ke depan, sistem penilaiannya seperti apa, dan peraturan yang diajukan oleh dosen mata kuliah, misalnya toleransi keterlambatan maksimal 15 menit. Kalau penjelasan tentang kontrak kuliahnya sudah selesai dan semua mahasiswa setuju dengan peraturan selama belajar mata kuliah tersebut, langsung deh tancap gas, belajar materi pertama untuk semester tersebut.

2. Komting dan Kormat

Ketika kuliah, istilah ketua kelas diganti dengan Komting (Komando Tingkat). Komting ini terbagi 2, ada komting kelas dan komting angkatan. Komting angkatan banyak berperan dalam kegiatan yang butuh koordinasi seangkatan, misalnya ketika Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar (LKMMPD) di awal kuliah, sedangkan komting kelas tugasnya sama seperti ketua kelas.

Namun terkait koordinasi dengan dosen per mata kuliah akan menjadi tanggung jawab Kormat (Koordinator Mata Kuliah). Biasanya sih satu mata kuliah akan diurus oleh 2 orang kormat. Selain menghubungi dosen sehari sebelum mata kuliah dilaksanakan, tugas kormat juga adalah mengurus absensi mata kuliah, mengkoordinir pengumpulan tugas individu maupun kelompok yang akan diserahkan kepada dosen dan menjadi penghubung antara mahasiswa dengan dosen apabila ada hal yang tidak dimengerti terkait tugas kuliah. Keuntungan menjadi kormat adalah kamu jadi lebih dikenal dosen dibandingkan mahasiswa lainnya. Malah terkadang ada dosen yang pasti memberikan nilai A kepada mahasiswa yang menjadi kormat. Tapi, sebagai kormat kamu juga harus menjalin hubungan yang baik dengan dosen mata kuliah tersebut. Karena sebagai perpanjangan tangan dari dosen, kalau ada masalah misalnya misscom terkait jadwal kuliah, anak satu kelas bisa kena imbasnya. Selain nggak enak sama dosennya, kamu juga harus siap ditimpukin anak sekelas. Wkwkwk. Becanda ding! :D


3. Mata Kuliah

Di Semester 1 kamu masih akan belajar pelajaran umum seperti Pendidikan Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Olahraga. Kamu juga akan diperkenalkan mata kuliah dasar tentang kesehatan masyarakat sebagai berikut :

  • Ilmu Kesehatan Masyarakat : Pengenalan Ilmu Kesehatan Masyarakat, mulai dari sejarah, fokus ilmunya, program-program pelayanan kesehatan masyarakat, paradigma sehat, dll
  • Etika Kesehatan Masyarakat : Belajar tentang teori-teori etika dan kode etik profesi kesehatan masyarakat
  • Biomedik Dasar : Kamu bakal ketemu lagi dengan biologi, terutama sistem metabolisme tubuh (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem urinarius, sistem pernapasan) dan biologi molekuler (DNA, elektrolit, struktur karbohidrat dan protein, enzim)
  • Agen Penyakit : Belajar tentang penyebab penyakit, mulai dari agen biologis (virus, bakteri, cacing), agen kimia seperti pestisida, dan agen fisika seperti bunyi, pencahayaan, dan radiasi
Di semester-semester berikutnya kamu akan memperdalam ilmu kesehatan masyarakat baik di bidang kesehatan lingkungan, ilmu gizi, manajemen kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, keselamatan kerja, dan sebagainya. Kalau ada yang berpikir kuliah di jurusan kesehatan masyarakat artinya kamu sudah bebas dari pelajaran matematika, maka kamu salah besar! Kamu masih akan bertemu dengan pelajaran statistika, terutama statistika di bidang kesehatan, karena ilmu tersebut akan digunakan ketika menyusun skripsi.


NB : Mata kuliah yang saya jelaskan disini adalah update tahun 2013, dan sepertinya ada perubahan kurikulum beberapa tahun belakangan. Tapi pelajarannya pasti nggak jauh-jauh dari itu kok.


4. Tugas Kelompok Tiada Akhir


Kerja Kelompok via pexels.com

Sebagai seorang ahli kesehatan masyarakat, kamu tentu tidak bisa bekerja sendirian untuk memecahkan suatu persoalan kesehatan masyarakat di lapangan. Kamu butuh kerja sama tim. Karena itulah, sejak awal semester, selain tugas individu, mahasiswa akan mulai diberikan tugas kelompok untuk melatih kemampuan bekerja sama, memecahkan persoalan di lapangan, dan saling kooperatif. Biasanya sih di awal-awal semester tugas kelompoknya itu paling bikin makalah trus dipresentasikan. Kadang-kadang kamu harus turun lapangan untuk project base learning dari mata kuliah tertentu. Disinilah kamu akan rajin pakai aplikasi GPS atau memberanikan diri nanyain arah ke orang sekitar padahal biasanya nyapa orang yang dikenal aja masih jaim :D


Tugas kelompok yang mengharuskan kamu turun lapangan akan mencapai puncaknya di semester 5. Semua mata kuliahnya berfokus pada isu terkini kesehatan masyarakat. Jadi selama satu semester kamu akan lebih sering terjun ke lapangan daripada belajar di kelas bareng dosen. Setiap mata kuliah akan mengharuskan mahasiswa menyelesaikan suatu project dimana mereka harus mencari sendiri masalah kesehatan masyarakatnya apa di wilayah tertentu, trus mencari tahu penyebabnya kenapa, dan bagaimana solusinya. Inilah masa dimana jadwal kerja kelompok, terjun lapangan, dan aktivitas organisasi saling bertabrakan, karena itu butuh manajemen waktu yang baik dan pengaturan prioritas. Kalau nggak, kamu bakal keteteran.

5. Peminatan

Di semester 6, kamu akan mulai mendalami ilmu kesehatan masyarakat sesuai peminatan masing-masing. Kamu akan pisah kelas dengan temen-temen dari semester 1-5 dan menempati kelas baru di peminatan. Di FKM Undip terdapat 9 peminatan dengan warna seragam yang berbeda.


  • Gizi Kesehatan Masyarakat : Hijau tosca dengan list merah
  • Kesehatan Lingkungan : Biru
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) : Hitam
  • Epidemiologi dan Penyakit Tropik : Merah dengan list kuning
  • Entomologi : Abu-abu
  • Biostatistik dan Ilmu Kependudukan : Cokelat tanah
  • Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) : Hitam dengan list orange

Kelas peminatan yang akan kamu masuki disesuaikan dengan pilihan peminatan yang diinginkan (Pilihan 1 dan pilihan 2), nilai mata kuliah yang berhubungan dengan peminatan tersebut, dan kuota setiap peminatan. Kamu akan belajar di kelas peminatan ini sejak memasuki semester 6 hingga kamu lulus. Judul skripsi juga disesuikan dengan peminatan masing-masing. Di saat memilih peminatan inilah mahasiswa suka galau. Ada yang galau karena belum tahu passionnya di bidang apa. Ada yang galau karena sudah tahu passionnya apa tapi nilainya ternyata mepet. Tapi ada juga yang sejak awal kuliah sudah tahu mau masuk peminatan mana. Apapun peminatan yang kamu pilih, belajarlah dengan sepenuh hati agar ilmunya berguna bagi orang lain dan lingkungan sekitar.


6. KKN Life

KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Undip umumnya terbagi menjadi 3 jenis yaitu : KKN Reguler, KKN Tematik Dosen, dan KKN Tematik Posdaya. KKN Regular dilaksanakan 2 kali setahun di bulan Januari (Periode I) dan Agustus (Periode II). Mahasiswa FKM Undip biasanya mengikuti KKN Periode I. KKN Reguler ini adalah KKN yang umumnya dilalui mahasiswa dimana kamu akan menginap sebulan penuh di lokasi KKN. Untuk KKN Tematik, baik Tematik Dosen maupun Posdaya, keuntungannya adalah kamu hanya akan berangkat ke lokasi setiap weekend (Jumat-Minggu), nggak menginap sebulan penuh. Tapi, kamu harus pinter mengatur waktu karena KKN tematik dilaksanakan di tengah-tengah tahun ajaran. Jadi Senin-Jumat kuliah seperti biasanya dengan segala tugas, praktikum dan rapat yang harus kalian hadiri, kemudian Jumat sore-Minggu kamu stay di lokasi KKN dan mengerjakan tugas-tugas KKN. Butuh tenaga esktra sih, tapi enaknya adalah kamu bisa santai-santai liburan ketika anak-anak lain lagi ikut KKN Reguler sebulan penuh pada Januari dan Agustus - yang biasanya bertepatan dengan liburan semester. 

Perbedaan KKN Tematik Dosen dan KKN Tematik Posdaya adalah pada program yang dijalankan. Pada KKN Tematik Dosen, mahasiswa bertugas untuk membantu penelitian dosen yang lolos mendapatkan dana hibah Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi). Kalau di KKN Tematik Posdaya, mahasiswa punya program individu dan kelompok yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) yang ada lokasi KKN. Peserta KKN Tematik Posdaya akan diseleksi melalui seleksi berkas dan wawancara secara langsung oleh dosen LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Undip. Nah, kenapa sih KKN Tematik Dosen dan Posdaya itu harus diseleksi? Kenapa nggak kayak KKN Reguler yang langsung ikut aja? Itu semua karena KKN jenis ini sifatnya dibiayai! Jadi nanti setiap kelompok diberikan dana dari dosen pelaksana KKN (untuk KKN Tematik Dosen) maupun LPPM (untuk KKN Tematik Posdaya) untuk pelaksanaan program kalian di lapangan. Lumayan kan? *aku cinta gratisan* Wkwkwk

7. Semester Akhir, Masa Dimana yang Pintar Belum Tentu Lulus Duluan

Fokus Menyelesaikan Skripsi via pexels.com

Why? Karena skripsi yang akan kamu kerjakan itu bisa cepat selesai atau nggak tergantung pada 2 faktor : Mahasiswa dan Dosen. Mahasiswa yang dapat dosen pembimbing yang nggak neko-neko, biasanya revisi cuma 2-3 kali udah bisa seminar proposal. FYI, di FKM Undip tahap pengerjaan skrisinya itu dimulai dengan Seminar Proposal → Penelitian → Seminar Hasil → Sidang Skripsi. Konsultasi dengan dosen pembimbing dilakukan sejak sebelum seminar proposal sampai sebelum sidang. Setelah sidang kalian akan bimbingan dengan dosen penguji. Nah, untuk mahasiswa yang dapat dosen perfectionist, kamu harus bolak-balik bimbingan dan revisi berkali-kali baru bisa seminar proposal. Entah kerjaanmu itu udah bagus atau masih kurang, revisian pasti sama seringnya. Itu karena tipe dosen seperti ini akan membuat kamu mengeluarkan kemampuan terbaikmu, kerjain skripsinya jadi nggak setengah-setengah. Ketika skripsi udah kelar, baru deh kamu sadar betapa beruntungnya punya dosen pembimbing seperti ini karena ilmu yang kamu dapat jauh lebih banyak. Tapi, nggak enaknya adalah, kamu bisa aja lulus  sedikit lebih lama dari teman-teman yang lain. Misalnya nih, dengan asumsi tingkat kerajinan yang kamu miliki, harusnya kamu bisa diwisuda bulan Agustus, tapi nyatanya kamu harus ikut wisuda Oktober. Gitu deh perbedaanya. 

Satu lagi point penting yang harus diingat bahwa FKM Undip adalah salah satu dari 4 FKM terbaik di Indonesia. Jadi, dosen pembimbing kan juga nggak bakal asal ngelulusin kalau dirasa skripsimu memang belum layak. Karena itulah, revisi berkali-kali adalah hal yang wajar. Bukan karena kamu kurang pintar, tapi kamu dianggap masih bisa mengerjakan lebih baik lagi dan meningkatkan standar skripsi kamu. Yang paling penting adalah jangan patah semangat. :)

Baca juga : Kuliah di Jurusan Kesehatan Masyarakat : "Kami Bukan Calon Dokter, Perawat, atau Bidan!"

Nah, itulah tadi sekilas gambaran kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Kalau readers masih penasaran, bisa langsung tanya author melalui link sosmed yang tersedia di blog ini. Selamat menuntut ilmu ya! :)



***

2 komentar:

  1. Hi kak. Boleh kah minta contact personnya untuk tanya tanya? Line kalau boleh kak☺️

    BalasHapus