Review Drama Korea 'Empress Ki', Woman Power di Zaman Kerajaan

00.00 Dianissafitrah Hidayati 0 Comments

Drama Saeguk Empress Ki (2013)
Dibalik lelaki yang hebat ada wanita yang hebat. Tampaknya pepatah itu cocok untuk menggambarkan drama ini. Ki Seung Nyang (Ha Ji Won) awalnya adalah wanita Goryeo (sekarang Korea) yang diberikan sebagai upeti kepada Yuan (sekarang China). Namun, berkat kecerdasan dan ketekunannya Ia dapat menjadi selir istana kesayangan Raja Huizong (Ji Chang Wook) dan pada akhirnya menjadi Permaisuri Dinasti Yuan.

Raja Huizong – nama aslinya Tae Hwan – bisa dibilang merupakan raja boneka. Kalau menurut saya sih dia itu loser banget. Dia sangat penakut, nggak tahu apa-apa tentang pemerintahan, dia bahkan nggak bisa baca tulis! Tapi bukan salahnya juga sih dia jadi kayak gitu. Selama 30 tahun terakhir, negara dikusai oleh Perdana Menteri Yeon Chul (Jeon Kuk Hwan) dan raja yang memerintah hanyalah raja boneka yang selalu dikendalikan olehnya. Sejak kecil, Tae Hwan tidak diperbolehkan untuk belajar membaca dan menulis maupun ilmu bela diri oleh Perdana Menteri Yeon Chul. Tujuannya sih supaya nggak ada regenerasi raja yang dapat menghancurkan kekuasaannya di Dinasti Yuan. Ki Seung Nyang lah yang akhirnya membantu raja untuk belajar secara diam-diam dan mengajarkannya tentang urusan negara. Ia juga yang membantunya untuk bisa mengakhiri kekuasaan klan Perdana Menteri Yeon Chul di Yuan. Salut deh buat kecerdasan Ki Seung Nyang! Saya pribadi sih sebenarnya suka banget drama dimana pemeran wanitanya itu pintar dan berani, karena bikin kaum wanita nggak dipandang sebelah mata.

Selain intrik politik, di drama ini juga sering banget ada adegan perang. Di episode-episode awal malah sebagai besar nyeritain tentang peperangan ketika Yuan memperluas wilayah kekuasaannya. Disinilah muncul tokoh yang akhirnya jadi tokoh favorit saya di drama ini, yaitu Penasehat Militer Tal Tal (Kim Ji Han). J Ia juga lah yang nanti mengajari Ki Seung Nyang ketika mempersiapkan diri untuk seleksi selir istana. Tal Tal sering menyuruhnya membaca buku dan mengajarkannya tentang strategi militer, cara membaca hati manusia dan cara mengendalikan hati manusia which is penting banget supaya dapat bertahan di istana yang penuh intrik. Saya suka banget karakter Tal Tal ini, selain karena dia cerdas, dia juga bijaksana dan kharismatik. Ada satu kalimat yang diucapkan Tal Tal buat Jenderal Baek An (Kim Young Ho) yang hobby banget perang untuk memperluas wilayah kekuasaan padahal rakyat Yuan banyak yang hidup kelaparan. Ini dia most memorable scene-nya ↓↓↓↓↓





Gimana? Penasehat Militer Tal Tal cool banget kan??? ^^

Saeguk (drama sejarah) Empress Ki nggak hanya berkutat dengan intrik politik dan peperangan saja, tapi juga kisah cinta segitiga antara Ki Seung Nyang,  Raja Huizong dan Raja Goryeo yang bernama Wang Yoo. Sebenarnya sih Ki Seung Nyang itu lebih dulu ketemu Wang Yoo waktu masih di Goryeo dan sempat menjadi anak buahnya karena Seung Nyang jago memanah. Wang Yoo jatuh cinta sama Seung Nyang karena keteguhannya dalam memperjuangkan sesuatu. Sementara pada kasusnya Raja Huizong alias Tae Hwan, Ia pertama kali ketemu Seung Nyang waktu diasingkan ke Goryeo oleh Perdana Menteri Yeon Chul. Hidupnya selalu dalam bahaya, tapi diselamatin terus sama Seung Nyang. Jadi mungkin dia jatuh cinta sama Seung Nyang karena akhirnya dia menemukan seseorang yang dapat diandalkan. Kalau disuruh memilih apakah saya dipihaknya Tae Hwan ataukah Wang Yoo, sejujurnya saya lebih suka Ki Seung Nyang sama Tal Tal aja. Hehehe… Mereka itu, kalo istilah saya nih ya, satu frekuensi. Artinya mereka bisa lebih saling memahami. Lirik-lirikan aja mereka udah ngerti maksud satu sama lain. Soalnya cara berpikir mereka itu sama. Mereka sama-sama cerdas, bijaksana, dan terutama sih punya kepedulian besar sama rakyat. Nggak kayak Tae Hwan tuh, sibuk dengan ketakutannya, sibuk membuktikan eksistensi dirinya, sampai lupa kalau sebagai seorang raja dia punya rakyat yang harus diperhatikan.


Secara keseluruhan sih, saya lebih suka drama saeguk Dong Yi dibanding Empress Ki. Soalnya di Dong Yi, perebutan kekuasaannya lebih sering pake otak dibanding pake pedang. Peran setiap departemen di lingkungan istana tuh juga jelas. Jadi menurut saya lebih realistis. Sedangkan di Empress Ki, apa-apa langsung kudeta, langsung perang, salah dikit langsung main pedang. Sebagai seseorang yang cinta damai, menurut saya itu terlalu brutal sih, nggak enak buat ditonton. ^^ Apalagi saya pada dasarnya nggak suka adegan kekerasan, walaupun itu cuma dalam drama. Tapi buat readers yang suka nonton drama saeguk yang rada ‘keras’ atau buat kaum adam yang biasanya nggak suka nonton drama korea karena katanya terlalu ‘cewek’, coba deh nonton drama Empress Ki. :)

0 komentar: