5 Hal Ini Pasti Dipahami Pejuang Skripsi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip

19.24 Dianissafitrah Hidayati 4 Comments


Mengerjakan skripsi butuh ketekunan via stocksnap.io

Mengerjakan skripsi adalah tahapan wajib yang harus dilalui setiap mahasiswa untuk bisa lulus dari perguruan tinggi. Skripsi setiap jurusan memiliki ciri khas yang berbeda tergantung bidang ilmu yang digeluti. Dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat, skripsi berisi penelitian tentang penyakit maupun masalah kesehatan masyarakat yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ideal. Pengerjaan skripsi yang memakan waktu lama pasti meninggalkan kenangan pahit dan manis. Kamu yang kuliah di jurusan kesehatan masyarakat pasti paham deh suka duka mengerjakan skripsi yang akan Fine and Fun bahas berikut ini. 

1. Topik Skripsi : Apa masalahnya?


Cari tahu masalahnya

Penentuan topik penelitian skripsi nggak bisa asal pilih. Kamu harus punya dasar ilmiah yang jelas kenapa memilih topik tertentu. Kamu harus memastikan bahwa topik skripsimu merupakan sebuah masalah kesehatan masyarakat sehingga harus diteliti. Tentunya kan kamu nggak bisa meneliti topik yang bukan merupakan masalah karena sejatinya tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk memberikan solusi bagi masyarakat melalui hasil penelitian. Karena itulah, sebelum mengajukan topik dan judul skripsi, kamu harus update dengan informasi terkini dan rajin baca buku maupun jurnal ilmiah supaya wawasanmu berkembang. Selain itu, ketika konsultasi dengan dosen pembimbing, kamu pasti akan ditanyakan alasan mengambil topik penelitian tersebut, seberapa urgent masalahnya, kenapa kamu memilih wilayah tertentu sebagai lokasi penelitian, dan seterusnya. Kalau alasanmu kurang kuat, siap-siap deh cari topik lain.

2. "BAB I gampang ah, cuma latar belakang, tujuan, gitu-gitu aja kan?". Yakin?


Harus sering ke perpustakaan via stocksnap.io

Jangan tertipu dengan BAB I yang keliatannya tipis itu. Percayalah menyelesaikannya nggak cukup satu dua kali bimbingan. Sub bab latar belakang bisa dibilang ringkasan dari tinjauan pustaka dan metode penelitian sehingga ketika mulai menulis kamu harus sudah punya gambaran tentang isi proposal skripsimu nanti. Kamu harus baca banyak buku, jurnal ilmiah (terutama jurnal ilmiah internasional), dan data dari lembaga terkait, misalnya Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, atau Badan Pusat Statistik.  Kamu juga akan diminta dosen untuk melakukan survei pendahuluan di lokasi penelitian yang direncanakan. Jadi kamu harus tahu dulu kondisi riil di lapangan sebelum memutuskan untuk melakukan penelitian di tempat tersebut. Intinya, kemampuan kamu mengumpulkan dan mengelola informasi akan sangat dibutuhkan ketika mengerjakan latar belakang.

Sub bab tujuan juga harus diperhatikan karena akan menentukan variabel-variabel apa yang akan kamu teliti, bagaimana analisisnya, hingga susunan penulisan di bab kesimpulan. Kalau ada bagian tertentu di bab-bab selanjutnya yang diubah, pasti tujuan penelitian ikut menyesuaikan. 


3. Bolak-balik Revisi Kerangka Teori

Ekspresimu ketika disuruh revisi via stocksnap.io

Kerangka teori merupakan acuan dalam memilih variabel yang akan diteliti. Kadang dosen menganjurkan pakai teori A, trus diganti lagi dengan teori B, trus akhirnya pakai modifikasi teori aja. Setelah dibaca, eh ternyata teori A kayaknya lebih cocok deh. Huft! Selamat ya, kamu sudah merasakan nggak enaknya di php :" Tapi tenang aja, itu semua demi kebaikanmu sendiri kok supaya skripsimu dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan kamu banyak belajar.

4. Kamu Butuh Konsultasi dengan Peminatan Lain Ketika Mengerjakan Bab Metode Penelitian


Diskusi dengan teman yang lebih paham via pixabay.com

Metode penelitian tuh kayak gabungan antara pelajarannya anak biostatistika dan epidemiologi. Jadi wajib banget deh kamu konsultasi sama anak peminatan tersebut kalau mau skripsimu benar. Kamu juga harus belajar lagi tuh mata kuliah statistika dan metodologi penelitian waktu zaman semester 4. Eh, tapi materinya belum kamu hapus kan dari laptop? -_-"

5. Penelitian di Lapangan Nggak Mungkin Bisa Sendirian


Ajak teman-temanmu ketika penelitian lapangan via pixabay.com

Penelitian lapangan adalah tahapan setelah seminar proposal dimana kamu mengumpulkan data skripsi di lokasi penelitian. Metodenya bisa lewat angket, wawancara kuesioner, pengukuran, pengambilan sampel darah, dan lain-lain sesuai dengan topik penelitian. Pada tahap ini kamu perlu banget bantuan teman-teman sejurusan karena biasanya sampel penelitiannya banyak. Bahkan kadang sampai 200-an. Waktu penelitian yang terbatas maupun wilayah penelitian yang luas juga turut menjadi alasan kenapa kamu nggak mungkin bisa menyelesaikan pengumpulan data skripsi dengan segera kalau cuma sendirian. Apalagi kalau pengumpulan datanya door to door. Itu makan banyak waktu dan tenaga banget deh pokoknya.


Banyak hal yang dapat mempengaruhi cepat atau tidaknya kamu menyelesaikan skripsi di fakultas kesehatan masyarakat Undip. Kalau kamu malas, tentunya skripsimu nggak bisa cepat selesai. Tapi terkadang ketika kamu sudah rajin, dosen pembimbingmu terlalu sibuk sehingga nggak punya waktu untuk konsultasi skripsi. Untuk kasus seperti ini, kamu harus proaktif! Kejar terus dosennya, curi-curi waktu untuk bimbingan di sela jadwal dosen yang super padat. Stay di kampus sampai malam demi mengejar bimbingan dengan dosen adalah hal yang harus kamu lalui. Saat ini, mungkin terasa berat mengerjakan skripsimu, tapi cobalah untuk menikmati setiap prosesnya karena hal itulah yang akan menjadi kenangan indah ketika kamu lulus nanti. Semangat ya! :)



***


4 komentar:

  1. aduuuhh pengalamaaann yang dulu2 yaaa sissstt :*
    sukaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini nih. Ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi authornya :"

      Hapus
  2. Balasan
    1. Sama2. Semangat ya nanti ngerjain skripsinya :"

      Hapus