Review Drama Jepang 'An Incurable Case of Love', Kisah Cinta Paling Cute antara Dokter dan Perawat


Drama Jepang An Incurable Case of Love (Koi wa Tsuzuku yo Dokomademo) menyajikan kisah cinta yang pure dan simple yang bikin ketagihan. Soalnya, alur nya yang sederhana memberi angin segar untuk dunia drama series belakangan yang menurutku kebanyakan mengangkat konflik yang complicated. Aku sendiri udah lama banget nggak nonton drama karena mulai jenuh dengan ceritanya. Akhirnya ketemu drama ini yang bikin senyam-senyum sendiri di tiap episodenya. Recommended banget, deh!

Nanase Sakura (Mone Kamishiraishi) yang saat itu baru lulus SMA bertemu dengan dokter Kairi Tendo (Takeru Satoh) saat mereka melakukan pertolongan pertama pada seorang lansia yang tiba-tiba pingsan di jalan. Pada hari itu lah Nanase Sakura jatuh cinta pada pandangan pertama pada Kairi Tendo. Pertemuan ini juga yang membuat Nanase ingin menjadi perawat dan berharap suatu hari nanti bisa bekerja berdampingan dengan Dokter Tendo.

5 tahun lalu, waktu Nanase pertama kali ketemu Dokter Tendo


Singkat cerita, 5 tahun kemudian, Nanase lulus dari sekolah keperawatan dan mulai bekerja di rumah sakit tempat Dokter Tendo bekerja. Dimulailah kisah Nanase mengejar cinta Dokter Tendo yang dijuluki 'Devil' karena sifatnya yang dingin dan perfectionist dalam bekerja. Dokter Tendo ini hanya punya stok kesabaran buat pasiennya, sedangkan untuk rekan kerjanya di rumah sakit, siap-siap aja 'disemprot' kalau kerjanya nggak bener. Sejak hari pertama bekerja, Nanase langsung tancap gas menyatakan cinta pada Dokter Tendo. Hasilnya? Udah jelas dong, ditolak! Wkwkwk... Berkat kejadian itu, Nanase dijuluki 'Warrior' karena dengan beraninya pedekate ke dokter Devil. Proses pedekate ini menjadi lebih fun karena semua orang di rumah sakit tahu kalau Suster Nanase jatuh cinta dengan Dokter Tendo selama 5 tahun terakhir dan berusaha menaklukan hatinya. Setiap ada progress dalam hubungan mereka, pasti langsung jadi bahan gosipnya para dokter dan perawat. Orang-orang di rumah sakit sebenarnya sangat mendukung aksi Nanase ini, karena mereka berharap Dokter Tendo bisa menemukan his other half yang bisa membuatnya tersenyum lagi. Ternyata nih, Dokter Tendo itu menjadi orang yang dingin setelah kematian kekasihnya yang juga seorang dokter di rumah sakit tersebut.

Selama 10 episode, penonton akan disuguhkan dengan kekocakan Nanase mengejar-ngejar Dokter Tendo yang sering nyuekin dia. Proses pedekate ini cute banget, kisah cintanya kerasa pure banget, bikin hati hangat, deh. Akting kedua pemeran utamanya mantap banget. Apalagi Takeru Satoh yang memerankan Dokter Tendo, ekspresinya waktu diam-diam senyum liat kelakuannya Nanase tuh, duh... kenapa ganteng banget sih >.< Trus, transisinya dari dokter berhati dingin menjadi dokter yang aslinya pemalu dan sulit mengekspresikan perasaannya di depan banyak orang, itu feel-nya dapet banget. Good job, Takeru Satoh!


Dokter Tendo: "I can only cherish you from now on" :))

By the way, ceritanya kadang-kadang bikin mewek juga sih, terutama kalau udah mulai mengangkat backstory dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit ini. Iya, ceritanya nggak sebatas romance aja, tapi juga menyisipkan aspek karir dan impian dimana para perawat baru ini punya impian untuk menjadi perawat hebat di masa depan. 

The Proposal! Simple and straightforward, sesuai dengan karakternya Dokter Tendo yang nggak suka banyak ngomong.

Dramanya sedikit mirip vibe-nya Itazura na Kiss, jadi kebayang kan kekonyolannya waktu si cewek ngejar-ngejar si cowok? Pokoknya kalau kalian udah bosen dengan konflik yang berat, drama ini recommended banget buat kalian! Overall aku kasih rating 9/10, wajib dan kudu ditonton!



***



7 Rekomendasi Novel Online tentang Keluarga, Cocok Buat yang Mau Healing



Dunia novel online dipenuhi dengan cerita romansa yang pada satu titik bisa bikin kamu jenuh. Apalagi buat yang lagi pengen healing dan butuh banget cerita yang menghangatkan hati, suka bingung harus baca apa. Oleh karena itu, Fine & Fun akan merekomendasikan novel-novel online yang bercerita seputar kehangatan keluarga, hubungan pernikahan yang saling mendukung, dan anak-anak yang lucu, tanpa drama yang berlebihan maupun unsur cultivation dan magis yang bikin speechless. Simak ulasannya berikut, ya!


1. Back to the Sixties: Farm, Get Wealthy & Raise the Cubs by Southern Lychee



Novel ini berlatar tahun 1960-an China, dimana sumber daya, terutama makanan, masih terbatas. Tokoh utama wanita, Lin Qing He, yang tinggal di dunia modern, tiba-tiba bertansmigrasi ke masa ini dan menjadi istri tentara yang pensiun dini karena cedera dan memiliki 3 orang anak laki-laki. Untungnya, Lin Qing He punya magical space sehingga Ia seringkali diam-diam melakukan jual-beli di black market. Nah, dengan stok makanan yang cukup dan kemampuan memasak Lin Qing He, keluarganya bisa happy setiap hari dan anak-anaknya tumbuh menjadi sehat, rupawan, dan pintar. Lin Qing He dan keluarga nantinya akan pindah dari desa ke ibu kota China, Beijing, dan berhasil membangun bisnis keluarga sehingga menjadi salah satu keluarga terpandang di Beijing. Anak-anaknya pun sukses berkarir di bidang militer, politik, dan bisnis.


2.  Transmigrated into a Parvenu’s Ex-wife in the ‘90s by Xue Ye



Kali ini, tokoh utama wanita, Shu Yan, bertansmigrasi ke tahun 1990-an China. Ia adalah janda dengan 2 orang anak, perempuan dan laki-laki. Setelah mendapatkan uang kompensasi dari perceraian dengan suaminya yang berselingkuh, Ia pindah ke kota X dengan dua anaknya dan mulai membangun brand pakaian wanita bersama dengan temannya. Anak perempuannya yang tadinya pendiam dan minder, tumbuh menjadi sosok kakak yang dapat diandalkan, percaya diri, dan di masa depan akan mewarisi perusahaan ibunya. Sementara anak laki-lakinya yang tadinya nakal karena terlalu dimanjakan neneknya (dari pihak ayah) berubah menjadi penurut dan rendah hati. Shu Yan juga akan menemukan pasangan sejatinya, lalu menikah kembali dan hidup menua bersama.


3. Fields of Gold by Tranquil Fine Rain


Novel ini berlatar zaman kerajaan China, dimana tokoh utama wanita, Yu Xiaocao, bertransmigrasi ke sebuah desa nelayan. Ia mempunyai keluarga yang rukun, dengan ayah dan ibu yang saling mencintai dan saudara-saudara yang penurut dan cute. Sayangnya, pada zaman itu tiga generasi biasanya tinggal bersama dalam satu rumah, dan keluarga Yu Xiaocao dimanfaatkan sebagai pekerja dan diperlakukan tidak adil. Tapi, tenang aja... keluarganya nanti akan memutuskan hubungan dengan keluaga besarnya tersebut dan tinggal secara terpisah. Mereka mulai membangun bisnis di bidang bahan pangan dan restoran, dengan bantuan air ajaib dari magical space yang bisa menumbuhkan segala tanaman dan menyembuhkan penyakit. Keluarga Yu Xiaocao nantinya akan menjadi yang terkaya di desa nelayan tersebut dan bahkan mengembangkan bisnisnya hingga ke ibu kota. Saudara-saudaranya juga akan sukses dalam karir nya masing-masing.

Walaupun ada beberapa bagian dari ceritanya yang agak berlebihan, misalnya waktu Yu Xiaocao bertemu seorang putri duyung, yang merupakan putri Dewa Laut, di dasar laut terdalam. Tapi, overall, ceritanya sangat menghangatkan hati, terutama kalau kamu baca interaksinya Yu Xiaocao dan keluarga.


4. Farming Space Makes Me Rich by Lilac in May



Novel ini sempat trending dan menjadi novel paling populer di aplikasi Webnovel. Gimana nggak, semua unsur yang kamu inginkan dari sebuah novel healing, ada disini. Mulai dari keluarga yang penyayang, suami yang setia, anak yang lucu, tinggal di desa yang indah, dan bisnis yang terus berkembang. 

Setelah dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya, Xiao Lingyu yang terlahir kembali (reborn), memutuskan untuk kembali ke desa asalnya dan memulai bisnis pangan organik, tentu saja dengan bantuan air ajaib dari magical space. Wkwkwk.... Bisnis ini nantinya akan berkembang pesat sehingga desa tempat tinggalnya tidak hanya menjadi produsen bahan pangan organik yang berkualitas, tapi juga menjadi holiday resort karena keindahan alamnya yang dipenuhi cherry blossom, pear blossom, bunga warna-warni, udara yang segar, air yang jernih, dan penduduk lokal yang ramah. Surga dunia banget, deh!


5. Warm Marriage In the Prosperous Age by Qingqing Muyan



Hingga kini, novel ini hanya tersedia dalam versi terjemahan oleh mesin (machine translation) sehingga bahasanya agak ngelantur. Meski demikian, Fine & Fun tetap merekomendasikan novel ini karena ceritanya yang hangat. Buat kamu yang kurang nyaman membaca novel dengan tata bahasa pas-pasan, kamu bisa menunggu terjemahan resminya tersedia.

Nuan yang patah hati karena pacarnya berselingkuh, memutuskan untuk pindah ke desa kecil di pinggir ibu kota. Disana, Ia membangun rumah modern berbahan kayu dengan halaman yang dipenuhi bunga aneka warna, tanaman sayur-sayuran, area barbekyu, kursi taman, hingga ayunan cantik. Ia memulai bisnis homestay dengan harapan menjadi tempat healing untuk orang-orang yang terluka hatinya maupun yang sedang stres dengan kehidupan, a short escape dari hiruk-pikuk dunia luar. Baca novel ini dijamin bikin hati tenang, asalkan kamu nggak masalah dengan tata bahasanya, ya. Hehehe....


6. My Whole Family Are Villain by 咸鱼老人



Su Bei yang berusia 14 tahun menyadari bahwa Ia hidup di dunia novel dan merupakan tokoh antagonis dengan ending yang buruk. Untuk mengubah takdirnya, Su Bei bersama saudara laki-lakinya, Su Xiaobao, memutuskan untuk mencari ayah kandung mereka yang ternyata pengusaha kaya dan masih single. Bisa ditebak dong gimana awkward-nya ketika seseorang yang single tiba-tiba harus membesarkan 2 anak remaja. Kelucuan yang terjadi dalam interaksi keluarga ini bakal bikin kamu senyum-senyum sendiri, deh!


7. I Have Decided to Go Look for My Father by 公子商



Latar belakang novel ini hampir mirip dengan My Whole Family are Villain dimana Lin Xi yang berusia 14 tahun mengetahui bahwa dirinya hidup di dunia novel. Orangtuanya adalah tokoh utama di novel tersebut, namun ternyata ayah yang selama ini dikenalnya bukanlah ayah kandungnya. Lin Xi menyadari bahwa alasan ini lah yang membuat orangtua nya jauh lebih menyayangi saudarinya dibandingkan dirinya.

Lin Xi pun menemui ayah kandungnya yang merupakan pendiri perusahaan teknologi ternama di China, NTN Technology Center. Psstt.. Lin Xi diam-diam merupakan fan ayahnya, lho! Ia bahkan bercita-cita menjadi teknisi di NTN sehingga selama bersekolah rajin mengikuti berbagai lomba di bidang teknologi.

Hal yang bikin novel ini wajib dibaca adalah karena hubungan ayah-anak perempuan yang cute, ditambah lagi dengan sepupu-sepupu yang berebutan perhatian Lin Xi, bikin cerita keluarga besar ini seru banget, deh!

Nah, itulah beberapa novel online genre family, childcare, dan farming versi Fine & Fun. Cocok banget untuk menghilangkan stres dan menikmati waktu luang di sela kesibukan. Baca, yuk!


***






Tes IELTS di IDP Semarang, Seluk-Beluk Persiapan dan Suasana Tes


Buat kamu yang berniat sekolah atau tinggal di luar negeri, syarat wajib yang harus dipenuhi adalah kemampuan bahasa Inggris, yang diukur salah satunya melalui tes IELTS (International English Language Testing System). Di kota Semarang, tempat yang menyelenggarakan tes resmi IELTS adalah IDP yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol No.163, Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. Secara umum, tes IELTS ada 2 jenis, yaitu Computer based dan Paper based, tapi khusus IDP Semarang hanya memfasilitasi tes IELTS Paper based. Nah, gimana sih situasi yang akan kamu hadapi di hari-H tes IELTS? Yuk kita bahas! Ini terutama buat yang berencana ambil tes IELTS di IDP Semarang, ya.

1. Sebelum Masuk Ruangan

IDP Semarang akan menginfokan via email 3 hari sebelum hari-H tentang rincian pelaksanaan ujian, seperti barang apa aja yang boleh dan nggak boleh dibawa kedalam ruang ujian, rincian jam mulai ujian, dan info apakah tes Speaking akan dilaksanakan pada hari yang sama. Peserta akan diminta hadir 1 jam lebih awal untuk registrasi dan pengambilan sidik jari dan pas foto. Setelah itu, setiap peserta akan diberi kunci loker untuk meletakan barang bawaan. Perlu diketahui bahwa barang yang boleh dibawa ke dalam ruang ujian hanya kartu identitas (KTP/Passport), pensil HB (harus HB ya, bukan 2B, atau jenis lainnya. Tapi merknya bebas kok), penghapus, rautan pensil, dan botol minum bening, artinya botol minum yang isi didalamnya keliatan, misalnya botol minum bening atau botol minum kemasan yang labelnya dicopot. Jam tangan dan tempat pensil nggak boleh dibawa masuk ya. Saya pribadi bawa Passport, 3 pensil yang sudah diraut, penghapus, rautan pensil, dan botol minum kemasan, supaya nggak kehausan dan tetap bisa konsen ujian selama 2 jam 45 menit. FYI, saya bawa 3 pensil buat jaga-jaga aja, karena kalau pensilnya tumpul, nulisnya nggak bisa cepat. Jadi begitu tumpul, ganti pake pensil baru biar nggak buang waktu. Time management itu penting saat tes IELTS!

Pelaksanaan tes dibagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 adalah tes Listening, Reading, dan Writing secara berurutan, sedangkan sesi 2 adalah tes Speaking bersama Examiner.

2. Setelah Masuk Ruangan dan Sebelum Tes

Peserta akan masuk kedalam ruangan satu-persatu sesuai urutan nama yang dipanggil panitia dari IDP. Di dalam ruangan, kamu perlu scan sidik jari lalu panitia akan menunjukan kursi mana yang akan kamu duduki. Jadi duduknya nggak asal ya, karena setiap kursi sudah ditempel kertas kecil yang berisi keterangan nama lengkap, nomor KTP/Passport, nomor peserta, dan tanggal ujian. Data ini menjadi panduan saat mengisi kelengkapan identitas di lembar jawaban ujian.

Setelah semua peserta duduk di tempat masing-masing, panitia akan membacakan aturan umum tes IELTS, misalnya informasi urutan ujian dan larangan menyontek, dalam bahasa Inggris. Mereka juga akan memastikan peserta membawa pensil HB. Kalau nggak bawa, akan dipinjamkan panitia. Karena tes pertama adalah Listening, panitia akan memutarkan sampel audio untuk mengecek apakah suaranya sudah cukup jelas terdengar. Kalau kamu merasa suaranya kurang jelas, bisa angkat tangan untuk minta dinaikan volumenya. 

Setiap sebelum ujian per section, panitia akan memandu semua peserta untuk mengisi identitas di lembaran jawaban dan booklet soal. Jadi semua peserta akan mulai mengerjakan soal pada waktu yang sama. 

Dalam satu ruangan, ada sekitar 15 peserta. Fasilitas di dalam ruangan selain meja dan kursi adalah LCD dan papan tulis putih. Papan tulis ini akan ditulis kode tempat ujian yang akan kamu gunakan untuk melengkapi data identitas serta untuk menjelaskan durasi reminder waktu dari panitia. Mereka akan menginfokan apabila waktu tinggal 40 menit, 20 menit, 10 menit, 5 menit, dan seterusnya. Di dalam ruangan juga ada jam dinding, posisinya diatas pintu masuk, jadi kamu juga bisa cek sendiri sisa waktunya.

3. Tes Sesi 1 (Listening, Reading, Writing)

Tes sesi 1 dilaksanakan di lantai 1, nama ruangannya kalau nggak salah Harlequin Hall. Urutan tes pada sesi 1 adalah sebagai berikut: 1) Listening, 2) Reading, 3) Writing, dengan waktu pengisian identitas secara terpisah sebelum setiap section dimulai. Btw, untuk ketiga section tersebut, kamu bisa corat-coret di booklet soal, termasuk kalau mau bikin kerangka tulisan di section Writing. Panitia nggak menyediakan kertas terpisah untuk mencoret atau membuat catatan.

Selama pelaksanaan ujian, ada sekitar 3 panitia yang stand by didalam ruangan. Mereka bertugas untuk membantu scan sidik jari, membacakan aturan ujian, membagikan booklet soal dan lembar jawaban, dan mengawasi peserta ujian. Pengawasannya cukup ketat sih. Antar peserta dilarang mengobrol kalau udah masuk ruang ujian. Trus kalau mau ke toilet, kamu akan ditemani panitia sampai pintu toilet dan jam masuk dan keluar ruangan untuk ke toilet dicatat dalam sistem. Saya saranin kalau mau ke toilet mending sebelum masuk ruangan karena kalau kamu pake waktu mengerjakan soal untuk ke toilet, lumayan ngabisin waktu 5 menitan.

Setelah tes sesi 1 selesai, kamu akan dipersilahkan keluar ruangan, tapi satu-persatu sesuai arahan panitia. Sebelum keluar, scan sidik jari lagi. Setelah keluar ruangan, ambil barang didalam loker dan kembalikan kunci loker ke panitia di meja registrasi. Waktu itu, saya tiba di IDP jam 07.30 WIB, mulai ujian sesi 1 sekitar jam 08.45 WIB, dan selesai ujian sesi 1 jam 11.30 WIB.

4. Tes Sesi 2 (Speaking)

Tes Speaking dimulai jam 12.00 WIB, 30 menit setelah ujian sesi 1 selesai. Tempatnya di IDP Office lantai 3. Setiap peserta punya waktu berbeda untuk ujian Speaking dan informasi detailnya dituliskan pada papan di samping pintu Harlequin Hall. Saya dapat jadwal jam 13.00 WIB, termasuk urutan awal sih, soalnya ada yang kebagian tes jam 15.00 WIB, yang berarti harus nunggu 3,5 jam. Kamu bisa menunggu di depan Harlequin Hall karena disitu ada sofa empuk, ruangan ber-AC, disediakan snack, dan dekat dengan toilet. Atau bisa langsung ke lantai 3, tapi cuma ada 5-6 kursi (bukan sofa 😆) dan lumayan panas karena menunggu di luar ruangan, dekat lift. Jadi kalau misalkan giliran tes kamu masih lama, mending nunggu di lantai 1 aja, atau sekalian pulang makan dulu. 

Saat tes Speaking dimulai, peserta akan dipanggil namanya satu-persatu oleh panitia. Setelah masuk ruangan, kamu harus titip barang bawaan ke panitia dan scan sidik jari lagi, trus baru deh masuk ruang tes Speaking. Ruangnya lumayan luas, apalagi cuma ada 1 meja ukuran sedang sama 2 kursi disitu, jadi ruangannya keliatan kosong banget gitu. 

Waktu saya tes Speaking, Examiner-nya perempuan, umur sekitar 50-60 tahun. Karena tes IELTS ditengah pandemi COVID-19, mengikuti protokol kesehatan, semua peserta, panitia, dan Examiner wajib menggunakan masker selama ujian, termasuk saat Speaking section. Efeknya, beberapa pertanyaan dari Examiner  ada yang kurang jelas jadi saya minta diulangin atau nggak, harus pasang telinga lebar-lebar biar kedengaran. Untungnya Examiner-nya paham sih kalau pake masker suaranya jadi agak kurang jelas, jadi beliau mengulangi pertanyaan sambil badannya agak maju, jadi jaraknya lebih deket dan suaranya kedengaran.

Setelah Speaking section selesai, peserta harus scan sidik jari sebelum keluar ruangan. Kita dipersilahkan langsung pulang tanpa harus menunggu peserta lainnya selesai, karena kan alokasi waktunya beda-beda juga. Selanjutnya tinggal menunggu hasil ujian yang akan diumumkan dalam 13 hari. Saya tes tanggal 5 Juni, jadi hasilnya sudah bisa dilihat tanggal 18 Juni. 


***


Review Drama Korea 'The Banker', Anak Ekonomi Wajib Nonton!



Dari judulnya kamu pasti bisa nebak kalau fokus drama ini adalah tentang kehidupan bankir dan dunia perbankan di Korea Selatan. Membosankan nggak sih ceritanya? Kalau kamu orangnya nggak suka cerita yang bikin mikir atau yang slow-paced, then this drama is not for you. Tapi kalau kamu mau sabar menikmati alur ceritanya sambil nambah-nambah ilmu soal perbankan, kamu wajib dan kudu banget nonton drama ini! Pesona drama ini akan terlihat seiring berkembangnya plot. Bagian awal drama mungkin bikin kamu bingung karena masih menuntun penonton untuk mengenal tiap karakter dan hubungannya antara satu sama lain. Ini juga mempersiapkan penonton buat memahami kenapa masalah utama yang diangkat di drama ini dianggap sebagai masalah besar dan fatal bagi kehidupan banyak orang yang bergantung pada bank. Jadi, sabar aja nontonnya, nikmati prosesnya. Yah, walaupun sebagai orang yang ke bank biasanya cuma buat nabung atau transfer uang, nonton drama ini sangat menantang karena suka bingung sama istilah dan sistem kerja dunia perbankan. Wkwkwk

Ketika kamu ngegosipin bos dan bos nya nyadar, cuma pura-pura nggak tau aja


Drama The Banker merupakan adaptasi manga Jepang berjudul “Kansayaku Nozaki Shuhei” yang terbit tahun 1998-2002 di majalah Manga Allman. Dalam versi Korea, drama ini berlatar di Bank Daehan, salah satu bank swasta terbesar di Korea Selatan yang sudah berdiri selama 100 tahun. Jadi bisa dibayangkan bahwa pelayanan bank ini sangat kompleks dan melibatkan orang-orang besar di dunia ekonomi dan politik negara. Secara umum, drama ini fokus menggambarkan politik kantor di Bank Daehan, mulai dari persaingan ketat untuk menjadi presdir selanjutnya, presdir petahana yang sudah menjabat selama 3 periode dan masih mau lanjut ke periode ke-4, hingga penyuapan dalam proses rekrutmen karyawan. The Banker juga membahas berbagai kasus yang sering muncul dalam dunia keungan seperti penggelapan dana, peminjaman ilegal, hingga praktek pencucian uang yang dilakukan Bank Daehan.Kasusnya dijelaskan secara detail dalam perspektif bank, bukan kepolisian atau kejaksaan. Rasanya kayak masuk ke a whole new world-nya K-drama.

Proses wawancara dalam rekrutmen karyawan Bank Daehan


Semua karakter dalam drama ini bisa dibilang nggak ada yang nggak ngejar kekuasaan, terlepas dari alasan kenapa mereka menginginkan kekuasaan itu. Namun, ada satu karakter yang masih mempertahankan prinsipnya ditengah konflik ini yaitu No Dae Ho (Kim Sang Joong). No Dae Ho merupakan auditor di kantor pusat Bank Daehan yang selalu bekerja berdasarkan aturan perbankan, prinsip, dan hati nurani. Siapapun yang melakukan praktek ilegal di bank bakal diaudit secara adil, nggak terkecuali Presdir banknya langsung - which is bikin heboh satu kantor karena selama ini nggak ada auditor yang berani audit kantor presdir. Mantap lah No Dae Ho!

Dalam tim audit, ada 3 orang lain yang membantu pekerjaan No Dae Ho. Pertama ada asisten manajer Seo Bo Geor (An Woo Yeon), sekretaris Jang Mi Ho (Shin Do Hyun), dan staf IT Moon Hong Joo (Cha In Ha). Karyawan Bank Daehan yang lain menjuluki mereka ini sebagai "No Dae Ho dan Pembuat Onar" karena begitu tim ini beraksi pasti ada departemen yang kena masalah.

Ada satu kasus menarik yang nilai moralnya cukup ngena di drama ini. Ceritanya nih tim audit menerima laporan adanya pemaksaan untuk pensiun dini terhadap karyawan bank cabang karena Bank Daehan mau memotong jumlah total karyawan. Setelah banyak drama, banyak staf yang mendekati masa pensiun akhirnya dengan sukarela pensiun dini karena ingin agar staf muda punya kesempatan berkarir lebih lama. Nah, dalam masa ini ada satu karyawan yang pensiun dengan terhormat karena Ia karyawan yang selalu bekerja sesuai aturan, pekerja keras, dan jadi penutan staf lain di bank cabangnya. Bahkan ketika mau disuap, Ia menolak. Di sisi lain dari kantor pusat ada Wakil Presdir yang kena kasus korupsi dan masuk penjara. Drama ini ingin menggambarkan bahwa bankir tuh bisa punya akhir yang baik atau buruk tergantung seberapa kuat prinsip dan moral yang dimiliki.

Contoh bankir yang baik, bisa pensiun dengan terhormat

Contoh bankir yang buruk, karirnya berakhir karena masuk penjara


Anyway, drama ini memperlihatkan bahwa uang itu bisa jadi alat buat kesejahteraan banyak orang tapi bisa juga menghancurkan kehidupan orang lain. Di drama ini ada beberapa kasus yang menggambarkan peran bank, terutama untuk rakyat kecil. Ada adegan lucu waktu Seo Bo Geor pertama pindah kerja dari kantor cabang ke kantor pusat Bank Daehan. Ibunya nggak setuju kalau dia kerja jauh dari rumah, tapi dia nekat aja karena pengen ngerasain tinggal di Seoul. Akhirnya si Ibu menahan kartu kreditnya, sementara Seo Bo Geor gajinya belum cukup buat sewa rumah di Seoul. Waktu ditanya sama Seo Bo Geor, ibunya bilang kalau di dunia ini nggak ada yang gratis. Jadilah percapakan ibu-anak koplak kayak gini 👇👇👇



Kalau kamu jeli selama menonton, sebenarnya sejak awal episode, kita sudah diperkenalkan dengan awal mula terbongkarnya rencana rahasia besar di Bank Daehan yang disebut Rencana D1. Rencana D1 melibatkan kelompok anak orang kaya yang gagal mewarisi perusahaan yang disebut The Best, serta kelompok lain yang disebut The Four, beranggotakan Presdir Bank Daehan Kang Sam Do (Yoo Dong Geun), Anggota Majelis Jung Soo Chan (Ko In Beom), Direktur Badan Pemeriksa Keuangan Park Jin Ho (Nam Myung Ryul), dan Wakil Presdir Dewan Penasihat Ekonomi Nasional Choi Jong Soo (Kim Byeong Ki). The Four ini diam-diam mempengaruhi situasi ekonomi nasional dari balik layar yang tujuannya untuk kepentingan kelompok tersebut, bukan untuk kemaslahatan umat. Kalau The Best sih cuma anak bawang yang sok pinter aja. Nggak usah dipikirin. 😆

Selama nonton drama The Banker, ada satu karakter yang sifat aslinya masih susah saya tebak. Dia awal drama dia digambarkan sebagai karakter bijaksana yang bahkan dihormati staf lain. Tapi saya ragu nih kalau ini orang sifat aslinya begitu, at least nggak saat Ia sudah menjabat 3 periode sebagai Presdir dan juga sebagai bagian dari The Four. Makin lama makin keliatan kalau Presdir Kang sudah melakukan banyak tindakan ilegal dengan alasan untuk melindungi Bank Daehan. Karakternya mengingatkan saya dengan karakter Han Je Kook (Bae Jong Ok) di drama korea "Graceful Family". Niatnya baik, melindungi tempat kerjanya, tapi caranya salah karena untuk melindungi itu, mereka rela melakukan apa saja tanpa mempedulikan apakah tindakannya merugikan orang lain.

Selain Presdir Kang, karakter lain juga nggak bisa kamu percaya begitu aja. Nggak semua yang di awal baik, akan terus baik hati sepanjang drama, selama uang dan kekuasaan jadi pertaruhan. Situasi ini nyambung banget dengan lirik OST dramanya yang dinyanyikan oleh Klang dengan judul "Justice".

"Di dunia ini, semuanya sama saja 
Dunia penghasil uang 
Lihatlah kesedihanmu 
Kecurigaan yang semakin besar dan ketidakpercayaan terhadap kekuasaan
Jangan percaya pada apapun 
Karena kau tak tahu
Apakah itu benar atau salah"

Overall, drama ini cocok banget buat kamu yang tertarik sama dunia keuangan. Recommended buat kamu yang kuliah atau bekerja di bidang ekonomi. Drama The Banker ini personally saya kasih rating 8/10, karena walaupun ceritanya bagus, setengah bagian awal drama alurnya lambat jadi suka bikin bingung.

Saat pertama kali menjadi bankir, misi bankir yang baik adalah bersikap jujur dan terpercaya. Itulah yang kita pelajari. Tapi begitu rasa tanggung jawab dan keyakinanmu mulai memudar, kita harus membuat pilihan. Benar tidaknya pilihan itu bisa dibuktikan dengan pensiun yang terhormat. Karena itulah kita, para bankir, tidak boleh berhenti mempertanyakan diri sendiri: "apakah aku bankir yang baik?"
(Auditor Bank Daehan, No Dae Ho)

***


WeXpats, Situs Informatif Buat Kamu Pecinta Budaya dan Gaya Hidup Jepang



Seiring dengan perkembangan teknologi, kini informasi tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak namun juga elektronik. Situsi berita online kian banyak ditemukan dengan ragam informasi menarik dan cara penyampaian yang khas. Buat kamu yang tertarik dengan budaya dan gaya hidup di Jepang, Fine & Fun rekomendasikan kamu untuk menilik situs WeXpats. Situs ini menawarkan informasi lengkap terkait pendidikan, pekerjaan, budaya, gaya hidup, dan hal-hal unik lainnya di Jepang. Apa saja sih yang ditawarkan WeXpats buat kamu? Simak ulasannya berikut!

1. Kenali seluk-beluk Jepang melalui WeXpats Guide 




WeXpats Guide berisi berbagai informasi komprehensif tentang Jepang yang dibagi kedalam 7 kategori yaitu Belajar, Pekerjaan, Kehidupan, Wisata, Bahasa Jepang, Budaya, dan Lainnya. Setiap topik dalam artikel dibahas dengan sangat detail sehingga buat orang asing yang ingin belajar atau bekerja di Jepang bisa mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan baik. Dengan membaca artikel yang diterbitkan WeXpats Guide, kamu jadi punya gambaran tentang budaya dan kehidupan di Jepang yang akan kamu hadapi nanti. Seperti kata pepatah, "when in Rome, do as the Romans do", yang berarti ketika kamu berkunjung ke suatu tempat, ikutilah aturan dan norma yang berlaku di tempat tersebut. Jadi kalau mau ke Jepang, pelajarilah budaya Jepang terlebih dahulu, salah satu caranya adalah dengan membaca artikel di WeXpats Guide!


2. Ingin bekerja di Jepang? Temukan pekerjaan yang cocok untukmu di WeXpats Jobs




WeXpats Jobs merupakan situs pencarian lowongan kerja untuk orang asing di Jepang. Lowongan pekerjaan yang tersedia sangat beragam, mulai dari pekerja kantoran, pengasuh dan perawat, logistik, engineer, dan bidang penjualan baik bersifat paruh waktu, kontrak, hingga pekerja tetap.

Kamu bisa menemukan lowongan pekerjaan yang tersedia dengan cara mengakses kotak pencarian dan memasukan kata kunci dan lokasi tempat bekerja yang kamu inginkan di Jepang. Di situs ini, kamu juga bisa menemukan pekerjaan yang sesuai berdasarkan level kemampuan bahasa Jepang, lokasi, dan jenis pekerjaan.


3. Kalau ingin tahu lebih jauh tentang Jepang dan tidak dibahas dalam WeXpats Guide, kunjungi WeXpats Forum




WeXpats Forum merupakan situs tanya jawab tentang bahasa, budaya, dan kehidupan Jepang. Eits, jangan lupa buat akun dulu, ya! Setelah itu kamu bisa berinteraksi dengan anggota forum lainnya dan mengajukan pertanyaan sepuasnya. Anggota forum akan membantu menjelaskan hal-hal yang tidak kamu pahami dan kalian bisa saling bertukar informasi. Seru, kan?


Dengan layanan yang super lengkap, WeXpats bisa menjadi jawaban kegalauan mu ketika bingung mencari informasi detail dan akurat seputar Jepang. So, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi situs-situs WeXpats!


***

Pengalaman Les IELTS di Lembaga The Bright English Semarang, tentang Pengajar Asing hingga Uniknya Penamaan Ruang Kelas



IELTS (International English Language Testing System) buat sebagian orang mungkin menjadi momok karena tingkat kesulitannya yang tinggi. Tes IELTS menjadi salah satu syarat buat kamu yang ingin melanjutkan studi, bekerja, maupun menetap di luar negeri, terutama negara-negara Eropa. Tes IELTS menguji kemampuan bahasa Inggris dalam empat bidang: Listening (mendengarkan), Reading (membaca), Writing (menulis), dan Speaking (berbicara) yang diuji langsung secara tatap muka oleh Examiner (penguji) resmi IELTS yang sudah tersertifikasi. Selain itu, jawaban tes Listening dan Reading merupakan isian singkat, jadi kamu harus menulis jawaban dalam bahasa Inggris dengan ejaan yang benar, bukan hanya memilih mana jawaban yang tepat dari soal pilihan ganda. Karena hal ini lah, bisa dikatakan bahwa tes IELTS lebih sulit dibandingkan tes TOEFL (Test Of English as a Foreign Language).

Buat kamu yang masih pemula dalam dunia per-IELTS-an, saya sarankan kalian les dulu di lembaga terpercaya. Setelah kemampuan dasar IELTS sudah kuat dan kamu sudah lebih familiar dengan tes IELTS, barulah kamu bisa memperdalam kemampuanmu dengan belajar sendiri di rumah.

Di Indonesia, ada beberapa lembaga yang menyediakan program IELTS Preparation yang terpercaya, diantaranya adalah IDP, British Council, IALF, EF, SUN English, dan The Bright English (TBE). Nah, waktu saya bekerja di Kota Semarang, saya sempat merasakan les IELTS di The Bright English setelah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dibandingkan lembaga les IELTS lain di Kota Semarang. Simak ulasannya berikut, ya!

1. Kenapa memilih les IELTS Preparation di The Bright English (TBE) ?


Di Kota Semarang, lembaga IELTS Preparation yang populer adalah IDP dan SUN English. Sayangnya di Semarang tidak ada British Council, sedangkan EF menurut saya lebih berpengalaman dalam TOEFL Preparation jadi tidak saya pertimbangkan.  

Setelah saya cek lebih lanjut, ternyata IDP Semarang hanya menyediakan layanan IELTS Test resmi dan tidak membuka kelas IELTS Preparation. Pilihan saya kemudian jatuh ke SUN English. Lembaga ini seringkali mengadakan Pameran Studi Internasional dan memfasilitasi persiapan dokumen untuk studi ke luar negeri sehingga sangat populer di kalangan pelajar Semarang. Tapi, setelah dicek ke SUN, biaya lesnya ternyata cukup mahal. Kelas semi privat (4-6 orang), biayanya sekitar 5.5 -  6 juta untuk durasi 60 jam, sedangkan untuk kelas privat (1-2) orang, harganya sampai 14 jutaan/60 jam. Tapi ini biaya les tahun 2018 ya, jadi mungkin sekaran sudah ada perubahan.

Pada saat mencari lembaga les IELTS Preparation ini, saya posisinya sedang bekerja di UNDIP Semarang, jadi menurut saya les 60 jam terlalu lama. Dengan pertimbangan budget dan waktu, saya memutuskan mencari lembaga lain dengan kualitas yang tetap terjamin. Nah, akhirnya saya menemukan The Bright English (TBE). Untuk kelas berisikan 4-6 orang, biaya lesnya 2.8 juta untuk 30 jam. Selain itu, saya bisa mendapatkan kesempatan untuk diajarkan langsung oleh native speaker. Jadilah saya ambil kelas IELTS Preparation di TBE. 

2. Fasilitas dan sistem belajar


Sebelum kelas resmi dimulai, saya perlu mengikut Placement Test terlebih dahulu. Placement Test bertujuan untuk mengetahui level kemampuan bahasa Inggrismu, apakah beginner, intermediate, advance, dst. Kamu nantinya akan ditempatkan dalam kelas sesuai level kemampuan mu tersebut, jadi kamu akan belajar dengan orang-orang yang punya kemampuan setara. Placement Test berisi sekitar 50 soal pilihan ganda terkait grammar yang harus kamu isi dalam batas waktu 1 jam. Tesnya dilakukan di area tunggu lobby. Tenang aja, tempatnya tenang kok jadi kamu bisa konsentrasi mengerjakan soal. Setelah selesai dikerjakan, lembar tes nya diperiksa oleh petugas front office. Hasil tes menunjukan kemampuan bahasa Inggris saya ada di level intermediate, jadi kalau mau ambil IELTS Preparation nggak masalah. Kalau kemampuan kamu ternyata masih ada di level beginner atau dibawahnya, kamu disarankan mengambil kelas General English dulu untuk mempelajari bahasa Inggris dasar.

Kelas yang saya ambil berisi 4 orang termasuk saya. Kebetulan salah satu teman kelas saya adalah mahasiswa asing dari Libia yang sedang menempuh pendidikan di UNDIP. Lumayan kan, ada teman ngomong bahasa Inggris yang non-Indonesian, saya jadi bisa familiar dengan aksen bahasa Inggrisnya. Kelompok belajar saya disebut grup "Idaho", diambil dari nama negara bagian Amerika Serikat. Setiap grup memiliki ruang kelas masing-masing. Uniknya, nama ruang kelas dan aula dibuat berdasarkan nama sastrawan terkemuka dunia atau literatur hasil karyanya. Grup saya menempati ruang "Hamlet" yang merupakan nama karakter utama dalam salah satu karya sastra karangan William Shakespeare. Saya nggak sempat kelilingin semua ruang kelas, tapi setahu saya ada ruang Charlotte dan Hemingway. Saya pernah satu kali belajar di kelas Hemingway karena pada saat itu Hamlet masih ditempati grup lain. Ukuran ruangannya lebih luas sih karena disediakan untuk kapasitas 8-10 orang.

Nama ruang kelas saya diambil dari judul karya sastra terkenal

Suasana ruang belajarnya sangat nyaman dengan lantai full carpet, jendela kaca lebar, dan ber-AC. Setiap ruangan memiliki papan tulis, meja persegi yang dikelilingi 6 kursi, hingga audio set yang digunakan untuk latihan Listening. Selain itu, fasilitas toiletnya juga bersih, ada kantin di area lobby, dan tersedia lift karena TBE terletak di gedung 5 lantai dimana lantai teratas digunakan sebagai area kantor IDP Semarang. Di gedung ini juga tersedia aula luas, yang disebut Harlequin Hall, biasanya untuk acara gathering kayak buka puasa bersama, atau untuk simulasi tes IELTS.

Area lorong bersih dan rapi
 

Di sisi kiri dan kanan adalah ruang kelas untuk setiap grup


IELTS Preparation di TBE totalnya 30 jam dengan durasi 1.5 jam dalam satu kali pertemuan. Kelas diadakan 2 kali seminggu dengan jadwal rutin dari TBE yang ditetapkan setelah menyesuaikan jadwal masing-masing anggota grup. Waktu itu kelas saya diadakan setiap Senin dan Kamis pukul 15.00 - 16.30 WIB. Kalau dihitung-hitung, waktu belajar total 30 jam itu saya tempuh dalam waktu sekitar 3 bulan. Di awal pertemuan, kamu akan diberikan buku panduan IELTS dari TBE yang isinya latihan soal, pulpen, dan goodie bag yang berlogo TBE.

Jadwal kelas hari itu ada di papan tulis dekat lift, tepat sebelum masuk ke area lorong kelas


Kelas saya 100% pertemuan diajarkan oleh pengajar asing. Awalnya saya diinfokan bahwa pengajar asing akan mengisi sekitar 30-40% dari total jumlah pertemuan. Saya sempat culture shock sih karena di awal pertemuan langsung ketemu pengajar asing, di kelas ngomong full english, padahal baru pertama kali kenal IELTS. Jadi waktu kelas  hari pertama, I was like "dia ngomong apa sih >.< ". Tapi sebenarnya sistem belajar ini menguntungkan karena saya jadi terbiasa berbicara bahasa Inggris. Listening yang menjadi kelemahan saya dalam IELTS juga jadi terasah karena aksen pengajarnya agak sulit dipahami. Pengajar saya, Mr. Mark, sering travelling dan pernah tinggal di beberapa negara Eropa seperti Belgia dan Jerman jadi aksennya campur-campur gitu, bukan British, bukan American, bukan Australian juga. Wkwk

3. Mid Test dan Final Test


Mid test dilaksanakan dalam satu kali pertemuan saja dan yang dites hanya reading dan writing. Mid test saya waktu itu mendadak. Jadi saya datang ke kelas hari itu dengan hati bahagia dan pas kelas udah mau mulai, Mr. Mark tiba-tiba masuk ruangan dengan setumpuk kertas dan bilang "We have mid test today" sambil senyam-senyum -___- 

Final test-nya dilaksanakan seperti simulasi IELTS Test. Jadi ada 4 kategori yang diujikan yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking dengan Mr. Mark yang bertindak selaku Examiner. Final test dilaksanakan pada dua pertemuan akhir. Hari pertama menguji kemampuan listening dan reading, sedangkan hari kedua menguji kemampuan writing dan speaking. Skor final test dijadikan acuan untuk membuat sertifikat IELTS Simulation yang dikeluarkan lembaga The Bright English (TBE). Hasil tes ini memberikan gambaran skor kamu saat mengambil tes IELTS yang sebenarnya. Skor IELTS saya setelah mengikuti les di TBE selama 30 jam adalah 6.5 atau setara dengan skor TOEFL 550. Perlu diketahui bahwa sekitar 3 tahun sebelumnya saya pernah mengikuti tes TOEFL Prediction dan mendapatkan skor 517 atau setara skor IELTS 5.5 - 6 . Jadi bisa dibilang bahwa les 30 jam di The Bright English berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan skor overall IELTS saya. Tentunya les saja nggak cukup untuk meningkatkan skor IELTS. Faktor terpenting adalah kamu harus rajin latihan soal sendiri di rumah karena waktu les 1.5 jam/pertemuan hanya cukup untuk memahami konsep. So, semuanya kembali lagi apakah kamu cukup mau berusaha. Practice makes perfect!

Bersama Mr. Mark dan teman kelas. Sayang yang dari Libia nggak hadir hari itu.
Di foto, saya berdiri di paling kanan, jilbab biru.


Buat kamu yang sedang mempertimbangkan untuk les IELTS Preparation di The Bright English, kamu bisa cek kontak dan info lengkap dengan mengakses website-nya disini .



***



5 Fakta Phantom Vibration Syndrome, Merasakan Ilusi Getaran Ponsel



Seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, ponsel kini tidak lagi dianggap sebagai barang mewah namun lebih sebagai kebutuhan. Mulai dari fungsi dasar seperti menelpon atau mengirim pesan hingga fungsi tambahan seperti bermain games, semua dapat dilakukan melalui ponsel. Maka wajar saja apabila ponsel menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari generasi masa kini.

Namun, kamu perlu waspada nih! Pasalnya penggunaan ponsel yang berlebihan bisa memicu terjadinya Phantom Vibration Syndrome, kondisi dimana pengguna ponsel merasakan getaran atau dering dari ponsel yang sebetulnya tidak ada. Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih jauh tentang sindrom unik ini!


1. 9 dari 10 orang pernah mengalami Phantom Vibration Syndrome

Sumber : pixabay/StartupStockPhotos

Istilah Phantom Vibration Syndrome mungkin masih asing bagi sebagian besar orang. Namun ternyata banyak yang sudah pernah mengalami sindrom halusinasi ini.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Computers in Human Behavior menemukan sebanyak 89 persen atau sekitar 9 dari 10 mahasiswa di Amerika Serikat pernah mengalami Phantom Vibration Syndrome. Kondisi ini mereka alami antara satu sampai lima bulan setelah memiliki ponsel. Bahkan 40 persen penderita mengalami sindrom ini paling tidak seminggu sekali. Studi lain pada mahasiswa kedokteran di India bagian barat juga menunjukan prevalensi yang cukup tinggi dimana 6 dari 10 orang pernah mengalami Phantom Vibration Syndrome selama masa magang.


2. Tingkat stres menjadi salah satu pemicu

Sumber : pixabay/nastya_gepp

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan Phantom Vibration Syndrome diantaranya penggunaan mode getar pada ponsel, jumlah telepon atau pesan masuk pada ponsel setiap harinya, serta durasi penggunaan ponsel. Tingginya penggunaan ponsel dapat memicu reaksi psikologis seperti khawatir, stres, dan depresi yang berakibat meningkatnya sensitivitas dan kecenderungan untuk salah tafsir terhadap rangsangan sensorik atau getaran.

Sederhananya, semakin sering ponselmu bergetar atau berdering maka semakin besar kemungkinan kamu mengalami 'halusinasi' getar maupun bunyi dari ponsel karena kamu merasa khawatir. Salah satu peneliti Phantom Vibration Syndrome, Dr. Robert Rosenberger dari Georgia Institute of Technology mengatakan bahwa sindrom ini terjadi karena perkembangan teknologi, seperti email dan pesan teks, membuat kita siaga sepanjang waktu sehingga mengakibatkan stres.


3. Halusinasi getar lebih sering terjadi pada pria

Sumber : pixabay.com/ThorstenF

Phantom Vibration Syndrome dapat berupa halusinasi getar maupun halusinasi bunyi dari ponsel. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Asian Journal of Psychiatry menunjukan prevalensi halusinasi getar pada pria sebanyak 55,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan wanita dengan 54,7 persen. Sementara untuk halusinasi bunyi cenderung lebih sering dialami wanita yaitu sebanyak 57,1 persen.


4. Remaja dan dewasa muda merupakan kelompok rentan 

Sumber : pixabay/ghcassel

Mengingat penggunaan ponsel cenderung lebih tinggi pada kelompok usia muda dibandingkan kelompok usia tua, maka wajar apabila Phantom Vibration Syndrome lebih sering dialami oleh remaja dan orang dewasa muda. Terlebih ketika orang tersebut mengalami ketergantungan ponsel atau bidang pekerjaannya menuntut ponsel untuk terus siaga.


5. Phantom Vibration Syndrome sebagai tanda kelelahan bekerja

Sumber : pixabay/StockSnap

Phantom Vibration Syndrome diketahui sebagai salah satu tanda kamu mengalami occupational burnout atau kelelahan kerja jangka panjang. Sindrom ini seringkali terjadi pada profesi yang menuntut kesiagaan seperti dokter dan perawat maupun profesi lain di bidang pelayanan dan jasa dimana pekerjaanmu menuntut penggunaan ponsel yang intens.

Nah, apakah kamu pernah mengalami Phantom Vibration Syndrome ini? Jika ya, mungkin kamu harus mulai mempertimbangkan untuk mengurangi intensitas penggunaan ponsel. Jika tidak, kamu tetap perlu menjaga kesehatan dengan bijak menggunakan ponsel.


***